Contoh iklan makanan adalah salah satu hal yang paling dicari pebisnis kuliner ketika ingin meningkatkan penjualan.
Tidak sedikit pemilik bisnis yang merasa makanan mereka sudah enak, namun kurang mendapatkan perhatian karena iklannya tidak cukup kuat untuk menarik minat pembeli.
Di artikel ini, Anda akan mendapatkan contoh iklan makanan yang bisa langsung digunakan, lengkap dengan struktur copywriting, template praktis, serta penjelasan mengapa contoh tersebut efektif.
Baca juga: Contoh Iklan Media Cetak yang Efektif dan Modern di Era Digital
Table of Contents
ToggleMengapa Iklan Makanan Sangat Penting?
Persaingan bisnis kuliner semakin ketat. Pembeli kini memilih makanan bukan hanya karena rasa, tetapi juga karena bagaimana makanan tersebut dipresentasikan di media sosial atau platform online.
Menurut laporan Deloitte Digital menyebutkan bahwa bisnis restoran dan kuliner yang aktif berpromosi secara digital memiliki peluang lebih besar meningkatkan pesanan dibandingkan yang hanya mengandalkan pemasaran offline.
dari data di atas menunjukkan bahwa promosi makanan di platform digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
3 Struktur Copywriting yang Efektif untuk Iklan Makanan

Agar iklan lebih meyakinkan, Anda bisa menggunakan beberapa formula copywriting sederhana berikut:
1. AIDA (Attention – Interest – Desire – Action)
Cocok untuk iklan di Instagram Ads, Facebook Ads, atau WhatsApp Broadcast.
Contoh:
- Attention: “Lapar tapi bingung mau makan apa?”
- Interest: “Coba ayam geprek pedas kami dengan sambal home-made yang gurih.”
- Desire: “Pedasnya bisa disesuaikan, toppingnya lengkap.”
- Action: “Pesan sekarang, tersedia promo ongkir.”
2. PAS (Problem – Agitate – Solution)
Cocok untuk iklan storytelling yang membangun kedekatan.
Contoh:
- Problem: “Tidak sempat masak setelah seharian bekerja?”
- Agitate: “Perut lapar bisa merusak suasana malam Anda.”
- Solution: “Pilih menu rumahan kami yang siap antar kapan saja.”
3. 4C (Clear – Concise – Compelling – Call to Action)
Digunakan untuk iklan yang harus singkat seperti IG Story atau WA.
Contoh:
“Dimsum ayam rumahan, rasa gurih dan lembut. Siap kirim dalam 15 menit. Pesan sekarang.”
Contoh Headline Iklan Makanan Berdasarkan Kategori
Bagian ini berisi berbagai contoh yang bisa langsung dipakai atau dimodifikasi.
Makanan Pedas
- “Ayam Geprek Level 10: berani coba sensasi pedasnya?”
- “Lapar malam? Ayam sambal bawang kami siap jadi penyelamat.”
- “Gurih, pedas, dan wangi. Menu baru kami akhirnya rilis!”
Dessert & Makanan Manis
- “Butuh sesuatu yang manis hari ini? Cobain dessert box premium kami.”
- “Cheesecake lumer yang cocok untuk mood booster Anda.”
- “Brownies fudgy, lebih lembut dari sebelumnya.”
Minuman Kekinian
- “Es kopi susu signature, creamy dan tidak terlalu manis.”
- “Minuman segar untuk cuaca panas? Coba lychee tea kami.”
- “Latte hangat untuk menemani kerja malam Anda.”
Makanan Rumahan / Comfort Food
- “Menu rumahan dengan rasa autentik seperti masakan ibu.”
- “Soto ayam hangat, cocok untuk makan siang Anda.”
- “Ayam goreng bumbu kuning, renyah di luar lembut di dalam.”
Frozen Food
- “Dimsum frozen premium, tinggal kukus atau goreng.”
- “Frozen chicken katsu — cocok untuk stok di kulkas.”
- “Tteokbokki frozen pedas manis, siap masak kapan saja.”
Contoh Iklan Makanan untuk Berbagai Platform

Agar lebih maksimal, berikut contoh iklan yang sudah disesuaikan berdasarkan tempat postingnya.
1. Meta Ads (Facebook & Instagram Ads)
Algoritma Meta Ads akan mengutamakan iklan yang memiliki CTR tinggi, relevansi kuat, dan peluang konversi yang besar.
Karena itu, iklan perlu menggunakan kalimat pembuka yang langsung menarik perhatian, menjelaskan manfaat secara cepat, dan menampilkan CTA yang jelas.
Untuk audiens baru, copy pendek lebih efektif karena pengguna cenderung cepat scroll. Sementara itu, untuk remarketing, copy panjang dapat memberikan konteks dan meningkatkan peluang pembelian.
Contoh copy pendek (sesuai algoritma):
“Lapar tapi ingin makan cepat? Ayam geprek pedas kami siap antar. Pesan sekarang.”
Contoh copy panjang (remarketing):
“Ingin makan yang pedas, gurih, dan langsung mengenyangkan? Ayam geprek kami dibuat dari bahan segar, sambal rumahan, dan bisa pilih level pedas. Dapatkan diskon 20% hari ini. Klik untuk pesan.”
2. Instagram Feed & Caption
Algoritma Instagram Feed menilai seberapa lama pengguna berhenti di posting Anda (dwell time) dan seberapa banyak interaksi awal seperti like, komentar, dan save.
Itu sebabnya opening caption harus kuat, relevan, dan memancing rasa penasaran. Setelah itu, deskripsikan keunggulan menu secara natural, lalu akhiri dengan pertanyaan untuk mendorong komentar yang membantu performa posting.
Contoh caption sesuai algoritma:
“Lagi cari menu makan siang yang pedas dan segar? Ayam sambal matah kami menggunakan bahan segar setiap hari dan disajikan hangat. Tim sambal matah atau sambal bawang?”
3. Instagram Story (Singkat & Jelas)
Algoritma IG Story fokus pada completion rate, interaksi (klik, reply), dan seberapa sering pengguna melihat Story akun Anda.
Karena sifatnya cepat, copy harus singkat, visual harus jelas, dan lebih baik disebar dalam beberapa frame agar user tidak langsung skip. Menggunakan elemen interaktif seperti polling juga membantu algoritma menampilkan Story Anda lebih sering.
Contoh Story 3 frame:
- Frame 1: “Mau makan enak tanpa ribet?”
- Frame 2: “Promo ayam geprek + nasi hanya Rp 20.000 hari ini.”
- Frame 3: “Klik link untuk pesan sekarang.”
4. WhatsApp Broadcast
WA tidak memiliki algoritma seperti media sosial, namun keberhasilan pesan broadcast bergantung pada kedekatan dan relevansi.
Pesan yang diawali sapaan personal, manfaat langsung, dan CTA yang sederhana lebih mudah dibaca dan direspons. Hindari pesan panjang dan terlalu promosi agar tidak terasa seperti spam.
Contoh pesan broadcast:
“Halo, hari ini ada promo ayam geprek + es teh hanya Rp 22.000. Balas ‘PESAN’ untuk order.”
5. WhatsApp Story
WA Story bergantung pada kedekatan sosial, karena pengguna biasanya melihat status dari kontak yang dekat atau sering berinteraksi.
Jadi copywriting harus ringkas, visual menarik, dan CTA sederhana. Hindari teks panjang karena pengguna WA cenderung cepat tap-next.
Contoh WA Story:
“Menu baru! Ayam balado pedas dengan bumbu aromatik. Pesan lewat chat, kami siap antar.”
Baca juga: Contoh Iklan Produk Simple yang Efektif untuk Bisnis Anda
Contoh Iklan Makanan Soft Selling (Tanpa Terlihat Berjualan)
Soft selling cocok untuk engagement, terutama di Instagram dan TikTok.
- “Setelah hari panjang, tidak ada yang lebih menenangkan dari makan hangat dengan rasa rumahan.”
- “Ada kalanya Anda hanya butuh sesuatu yang manis untuk memperbaiki mood — dessert box kami bisa jadi pilihan.”
- “Karena setiap orang berhak makan enak, bahkan saat sibuk.”
Template Copywriting Siap Pakai (Versi Lebih Lengkap & Natural)

Template berikut bisa digunakan untuk Instagram, Meta Ads, WA Broadcast, atau WA Story. Masing-masing contoh sudah disesuaikan agar mudah dimodifikasi sesuai kebutuhan bisnis makanan.
Template 1 — Hard Selling (Langsung Arahkan ke Pembelian)
Format hard selling cocok untuk promosi jelas, menu utama, dan kondisi ketika Anda ingin hasil cepat. Gunakan ketika targetnya adalah konversi, bukan sekadar brand awareness.
Cara pakai:
- Tampilkan manfaat utama.
- Fokus pada rasa, kepraktisan, atau kecepatan pengiriman.
- Tambahkan CTA spesifik di akhir.
Contoh:
“Lapar? Coba Ayam Geprek Level 10 — pedas gurih, nasi hangat, dan topping lengkap. Siap antar dalam 15 menit. Pesan sekarang lewat WhatsApp.”
Variasi lain:
“Jam makan siang makin enak dengan paket ayam sambal matah kami. Segar, wangi, dan langsung diantar. Klik untuk order.”
Template 2 — Soft Selling (Halus, Fokus Cerita & Perasaan)
Soft selling lebih cocok untuk Instagram Feed, Story, atau konten yang ingin membangun kedekatan dengan pelanggan. Pendekatan ini tidak langsung jualan, tetapi menciptakan hubungan emosional.
Cara pakai:
- Gunakan tone hangat, lembut, dan relatable.
- Gambarkan suasana atau momen yang membuat makanan terasa lebih dekat.
- Cocok untuk brand yang ingin membangun loyalitas.
Contoh:
“Tidak sempat masak tapi tetap ingin makan enak? Menu rumahan kami dibuat dari bahan segar dan disajikan hangat, cocok untuk hari-hari sibuk Anda.”
Variasi lain:
“Kadang, yang kita butuhkan hanya sepiring makanan hangat untuk menenangkan hari. Menu sup ayam kami siap menemani.”
Template 3 — Promo (Fokus pada Urgensi & Penawaran Khusus)
Copy promo efektif ketika ingin mendorong pembelian lebih cepat, terutama di jam tertentu atau event tertentu.
Cara pakai:
- Sertakan angka diskon atau harga spesial.
- Tambahkan batas waktu untuk menciptakan urgensi.
- CTA harus jelas dan mudah diikuti.
Contoh:
“Hari ini ada diskon 25% untuk semua menu ayam geprek. Berlaku sampai jam 21.00. Order lewat link di bio.”
Variasi lain:
“Flash Sale! Dapatkan paket minuman kekinian hanya Rp 10.000 sampai jam 5 sore. Pesan sekarang sebelum kehabisan.”
Baca juga: Contoh Iklan Penawaran: Inspirasi Efektif untuk Produk dan Jasa
Penutup
Membuat iklan makanan yang menarik sebenarnya tidak sulit. Yang dibutuhkan hanya pemahaman singkat tentang struktur copywriting, sedikit kreativitas, dan penyesuaian dengan platform yang digunakan.
Dengan menggunakan contoh dan template yang ada di artikel ini, Anda bisa langsung meningkatkan kualitas promosi kuliner Anda.
Jika Anda ingin hasil yang lebih maksimal, mulai dari pembuatan konten, optimasi sosial media, hingga iklan berbayar, SobatMarketing siap membantu Anda mengembangkan bisnis kuliner dengan strategi yang lebih terarah dan efisien.
Kami adalah tim penulis Sobat Marketing dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di bidang digital marketing. Kami membantu bisnis meningkatkan visibilitas online melalui strategi SEO, social media marketing, dan paid advertising, serta menyajikan konten yang informatif dan berbasis data untuk mendukung pertumbuhan brand.


